Senin, 06 September 2010

Tips dan Trik Mempercepat Akses Internet

Saat anda browsing atau membuka suatu website di internet entah dari warung internet ataupun dari rumah, mungkin anda sering mengeluh akan lambatnya akses untuk menampilkan website tersebut. Padahal akses internet di Indonesia sekarang ini masih terhitung mahal. Sebenarnya ada cara-cara mudah untuk meningkatkan kecepatan akses internat anda tanpa harus membayar biaya lebih mahal. Beberapa diantaranya adalah dengan menyetting browser kita, menggunakan openDNS, dan menggunakan Google Web Accelerator.

Untuk menerapkan trik-trik tersebut sangat mudah. Cara pertama yaitu menyetting browser dapat dilakukan oleh pengguna Internet Explorer dan Mozilla Firefox. Bagi pengguna Internet Explorer klik menu [Tools] [Internet Option], klik tab [General]. Pada opsi "Temperory Internet files", klik [Settings] lalu Geser slider-nya. Hal itu untuk membuat cache (lokasi penyimpanan sementara) untuk web yang anda buka, sebaliknya disediakan sekitar 5% dari Hard disk.

Bagi pengguna Mozilla Firefox anda dapat mengetikkan "about:config" pada address bar,. setelah itu ubah "network.http.pipelining" dan "network.http.proxy pipelining" menjadi "true", serta isi "network.http.pipelining.maxrequests" antara 30 –100 ( semakin besar semakin cepat ). Yang terakhir klik kanan dimana saja dan pilih New->Integer , tuliskan "nglayout.initialpaint.delay" lalu isi dengan 0.
Untuk trik kedua, pertama anda harus mendaftar di www.openDNS.com . Setelah itu masuk ke Control Panel dari start menu, pilih network connections lalu pilih koneksi anda dan klik tombol properties. Pada bagian Internet protokol anda bisa pilih TCP/IP dan klik properties. Masukkan angka 208.67.222.222 dan 208.67.220.220 pada opsi DNS dan restart komputer anda.

Setelah melakukan 2 tips di atas sekarang anda pasti akan mendapat kecepatan akses yang lebih kencang. Bagi yang masih belum puas dengan kecepatan aksesnya sekarang dapat menggunakan trik yang ke tiga yaitu Google Web Accelerator. Google Web Accelerator di desain khusus untuk mempercepat akses internet anda, khususnya anda yang menggunakan koneksi broadband (pita lebar) seperti Cable dan DSL. Untuk anda yang menggunakan koneksi lain seperti Dial-up (Telkomnet Instant atau Speedy) maupun satelit atau wave, Google Web Accelerator juga dapat mempercepat aksesnya.

Untuk memakai Google Web Accelerator anda harus memenuhi kriteria antara lain Operating System anda harus Windows XP atau Windows 2000 dan browser anda harus Internet Explorer 5.5+ atau Mozilla Firefox 1.0+. Kalau untuk browser lainnya sebenarnya juga bisa, tetapi anda harus meng-konfigurasi proxy settings dari browser anda dengan menambah 127.0.0.1:9100 pada HTTP. Setelah anda melakukan instalasi, Google Web Accelerator akan menampilkan icon kecil di atas browser anda dan icon tray di pojok bawah layar komputer. Anda dapat mengunduh Google Web Accelerator di http://webaccelerator.google.com.

Rabu, 09 Desember 2009

Menolak Keburukan

إذفع بالتى هى أحسن السيئة نحن أعلم بما يصفون (96
Artinya: Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan (Q.S. Al-Mu’minun: 96)

Maka dalam perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan kaum musyrikin yang tidak baik itu hendaklah dihadapi oleh Nabi dengan yang baik, umpama dengan memaafkannya, Asal tidak membawa kepada Kelemahan dan kemunduran dakwah.

A. Pengertian
Keburukan lawan kata dari kebaikan, keburukan identik dengan kejelekan. Dalam penjelasan di sini yang berkenaan dengan sifat manusia berinteraksi dengan yang lain, maka keburukan suatu perilaku yang tidak baik terhadap orang lain berlaku kasar, sombong dan lain-lainnya. Adanya sifat buruk sering diucapkan pada seseorang yang berperilaku seperti di atas, buruk di sini sesuai syari’at islam yang ada dalam ai-Qur’an dan Hadits.
Bangsa Persia adalah bangsa yang paling banyak meyakini adanya tandanya tanda-tanda buruk. Orang-orang Arab dulu, jika ingin bepergian akanmelihat burung yang pertama kali ditemukan. Bila burung itu terbang ke arah kanan, mereka akan meneruskan perjalanan dan mersa yakin akan mendapat keberuntungan. Bila burung itu terbang kea rah kiri, mereka menunda perjalanan karena merasa pesimis akan dapat keberuntungan.
Keburukan sebagian cirri seseorang yang menandakan imannya dalam keadaan lemah, yakni iman seseorang tertutup oleh sifat keburukan dan akan sukar seakli terhadap perinta-perintah Allah SWT.
Muhammad SAW adalah uswah (teladan) dalam sifatnya yang luhur. Adalah Al-Qur'an Al-Karim sendiri yang menegaskan, sesungguhnya telah ada pada rasulullah (Muhammad SAW) teladan yang baik bagi siapa yang mengharap (anugrah) Allah dan (ganjaran) Hari kemudian, serta banyak menyebut nama Allah (QS. Al-Ahzab [33]: 21).
Sesungguhnya sisi dakwah dari sejarah Nabi adalah persoalan yang sangat penting untuk diutarakan. Sesungguhnya sisi dakwah dalam sejarah Nabi mengandung sejarah secara keseluruhan, karena Rasulullah SAW sebagai saksi dan pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan dan penyeru kepada Allah SWT.

Kamis, 05 November 2009

PENGEMBANGAN ILMU

PENDAHULUAN


Pengembangan ilmu tidak bisa dilepaskan dengan perkembagan kemajuan pemikiran, yang selama ini ketertinggalan suatu pendidikan dampak hal kurang diminati masyarakat sekarang. Hal ini sebagaimana tergambar dalam masyarakat kita pengembangan jiwa dalam kata lain masyarakat yang perlunya suatu kemajuan yang tampak dalam masyarakat, sesekali disisi lain masyarakat menginginkan tetap seperti ini (tradisional). Dengan kemajuan itu masyarakat justru menginginkan sesuatu yang mempunyai nilai positif dalam pengembangan ini.

A. Pengertian
Sudah saatnya pembangunan yang erat kedewasaan ini dijalankan kaitannya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan disisi lain juga teknologi begitu pesat, begitu juga pentingnya peranan islam bagi kemajuan ilmu pengetahuan dibahas dalam kesempatan ini. Begitu juga yang diketahui, Yunani adalah tempat lahirnya filsafat dalam ilmu pengetahuan, kira-kira pada 600 Sebelum Masehi. Dalam pemikiran alam dros, Heraclitos, Democritos, dan selanjutnya Phytagoras, Socrates, Plato, dan Aristoteles banyak memakai akal dalam melahirkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.
Perkembangannya dalam kemajuan pendidikan masyarakat kita masih belum mengena, oleh sebab itulah, dalam perkembangan filsafat ilmu juga mengarahkan pada pengembangan ilmu, begitu juga dengan islam. Dalam perkembangan islam periode awal meliputi masa kehidupan Nabi Muhammad SAW dan masa pemerintahan Khulafa' al-Rasyidin. Periode awal perkemmbangan islam dibedakan dari periode berikutnya dengan pertimnbangan bahwa selama kekuasaan Nabi dan para penggantinya (khulafa' rasyidin), kekuasaan masih berpusat di wilayah Arab. Dan menginngat masa antara kehidupan Nabi SAW dan masa penggantinya relatif hanya sekitar 29 tahun (Nabi wafat tahun 632 M. dan Ali RA. Wafat tahun 661 M). di zaman pemerintahan Umar Ibn Khattab wilayah kekuasaan Islam sudah meluas ke luar tanah Arab, dan dalam perkembangan dipekirakan berkembang sejalan dengan latar belakang sejarah penyebaran agama Islam di mulainya dari Mekkah dan madinah peradaban baru yang didasarkan pada konsep ajaran agama (Islam). Perkembangan ilmuwan Islam dapat dibagi menjadi dua priode:

a. periode klasik
Masa pasca pemerintahan khulafa' al-Rasyidin hingga masa imperialis barat dan meliputi awal kekuasaan Bani Ummayah zaman keemasan Island an juga kemunduran kekuasaan Islam secara politis hingga ke awal abad XIX. Pada perode ini dapat dibagi menjadi emapat pertimbangan menjadi bahan pembagian, Pertama, sistempemerintahan; kedua, luas wilayah kekuasaan; ketiga, kemajuan-kemajuan yang dicapai; keempat, hubungan antar Negara.
Keempat factor ini selanjutnya dijadikan kerangka acuan dalam pendekatan terhadap perkembangan pemikiran yang berkaitan dengan filsafat pendidikan islam. Upaya yang menumbuhkembangkan ilmu pengetahuan dan falsafat tampaknya diremudah oleh sejumlah factor pendukung yang cukup potensial. Pertama, secara politis terlihat kekuasaan Islam sedang berada dalam puncak kekuatannya. Kedua, wilayah koloni baru yang demikian luasnya memberi dukungan sumber dana yang besar. Ketiga, para peengusaha umumnya memiliki niat terhadap keilmuan, secara tidak langsung terkait dengan kepentingan kerajaan. Keempat, tumbuhnya semacam kecendrungan baru dalam pemikiran rasional dikalangan ilmuan Muslim. Disamping itu semangat ini mendorong para ilmmuan unntuk mengkaji karya-karya asing yang bermanfaat. Dan memunculkan tokoh-tokoh seperti:

1. Ibnu Qutaibah (213-276 H)
Seorang keturunan Parsi sebagian besar usianya dihabiskan di Bagdad dan ia belajar pada ulama terkemuka di zamannya seperti Abu al-Fadl al-Rayyani, Ishaq Ibn Rahawiyah al-Mahruzi al-Nasaiburi dan Abu Hatim. Beliau dikenal sebagai ilmuwan dalam bahasa arab dan sejarah, selain itu ia dikenal sebagai ilmuan yang produktif karyanya yang terkenal Uyun al-Akhbar dalam buku ini Ibn Qutaibah menulis mengenai akhlak yang menyangkut akhlak terpuji dan tercela bagi kaum wanita.

2. Abu Sai'id Sahnun dan Muhammad Ibn Sahnun
Abu Sai'id Sahnun lahir di kairawan sekitar tahun 160 H. menuntut ilmu di Mesir, Hijaz dan Syam. Karyanya kurang dikenal kemudian ilmuwan yang lebih dikenal adalah Muhammad Ibn Sahnun al-Tanuhi yang juga berasal dari kairawan yang lahir tahun 202 H. Ia merupakan pemikir yang mempelopori pembeharuan pendidikan di zaman keemasan Islam, pemikiran pendidikan yang lepas dari ketertaitan dengan sastra dan mashab-mashab pemikiran falsafat. Karyanya yang berjudul Adab al-Mu'allimin.

3. Ibn Masarrah (269-319 H)
Muhammad Ibn Abdillah Ibn Masarrah al-Jabali seorang Muslim Andalusia (sepanyol), lahir di Cordova pada tahun 269 H dan wafat di Zawiyah dekat Cordova tahun 319 H/931 M. dikenal sufi dan filosof Muslim pertama di belahan wilayah Islam Barat selain itu dikenal penulis pemikirannya mengenai pendidikan dalam bukunya yang berjudul Kitab al-Tabsirat (Buku pengajaran), dan Kitab al-Huruf (lambing-lambang huruf). Dalam pemikiran falsafatnya Ibn Masarrah juga menguraikan tentang sifat-sifat jiwa manusia .

4. Ibn Maskawaih (330-421 H)
Abu 'Ali Ibn Muhammad Maskawaih dilahirkan di Ray tahu 330 H/940 M. jumlah karyanya berjumlah 18 judul, dan kebanyakan berhubungan dengan masalah kejiwaan dan akhlak. Salah satu dari karyanya yang termuat dalam bukunya Tahzib al-Akhlaq (Pendidikan Akhlak) dan juga banyak judul yang berkaitannya dengan pendidikan lainnya seperti al-Mufashalah li al-Ahwal al-Muta'allimin Wa al-Akhlak al-Mu'allimin Wa al-Muta'allimin (klasifikasi dan Rincian tentang siswa, keterangan mengenai pada pendidikan dan siswa). Ia juga berpendapat bahwa penulisan sejarah harus di landaskan atas kajian yang bersifat ilmiah dan filosofis.

5. Ibn Sina (370-428 H)
Abu Ali al-Husain Ibn Abdullah Ibn Sina lahir di Bukhara tahun 370 H/980 M. di usia mudanya (17 tahun) dikenal sebagai filosof kedokteran terkemukaka di Bukhara, selain itu juga di kenal sebagai tokoh yang luar biasa. Ia seorang ilmuwan juga dapat melakukan sebagai pekerjaan dengan baik seperti dalam bidang kedikteran, pendidikan, penasehat politik, pengarang, dan bahkan menjadi wazir (mentri). Pemikiran Ibn Sina yang banyak kaitannya dengan pendidikan, barangkali menyangkut pemikirannnya tentang falsafat ilmu.

6. Al-Gazali (450/1058-505/1111 M)
Abu Hamid Muuhammad Ibn Muhammad al-Gazali dilahirkan di Thusia di daerah Khurasan (Persia), tahun 450 H/1058 M. sejak kecil al-Gazali dikenal sebagai anak senang dengan ilmu pengetahuan, diantara guru yang terkenal yang pernah jadi gurunya ialah iamam al-Juwaini (Imam al-Haramain) waktu di Naisabur. Pemikiran pendidikan al-Gazali termuat dalam tiga buku karangannya, yaitu Fatihat al-Kitab, Ayyuha al-Walad dan Ihya Ulum al-din. Menurut pendapat Iman al-Gazali, pendidikan yang baik merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah dan untuk mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat (Fatihiyat, 1986:22).
Pemikiran dari dari tokoh-tokoh tadi dapat ditarik kesimpulan bahwa pemikiran pendidikan di periode klasik ini di tandai beberapa hal antara lain: pertama, pemikiran dilandaskan atas upaya menelaah konsep-konsep ajaran Islam dan menerapkannya dalam bidang pendidikan. Kedua, usaha tersebut ditujukan untuk menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan beragama dan masyarakat , sebagai bukti bahw aajaran Islam memuat konsep yang berhubungan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ketiga, konsep ajaran Islam berhubung dengan pengembangan peradaban manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Keempat, peradaban dikemabangkan melalui timbale balik agama dan ilmu. Kelima, pemikiran asing digunakan sebagai pelengkap buakan unsure yang mendominasi konsep yang bersumber dari ajaran Islam.

b. periode moderen
menunjuk kepada pembagian priodisasi sejarah Oslam yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Harun Nasution, bahwa periode moderen dimulai sejak tahun 1800 M. Menjelang periode moderen ini, setelah Bani Abbas dan Bani Umayyah secara politik dapat dilumpuhkan, kekuasaan Islam masih dapat dipertahankan. Tiga kerajaan besar yaitu Kerajaan Turki Utsmani (Eropa Timur dan Asia-Afrika), kerajaan Safawi (Persia) dan kerajaan Mughol (India) masih memgang hegemoni kekuasaan Islam. Namun menjelang abad ke-18 kerajaan-krajaan Islam tersebut, suatu dapat dikuasai oleh bangsa-bangsa Eropa (Barat).
Pengaruh pembaratan yang berlangsung sejak abad ke-17 atau awal abad ke-18 itu mulai disadari oleh para intelektual di Negara-negara Islam menjelang akhir abad ke-19 di dalam bidang pendidikan. Walaupun tidak persis benar, namun dilema tersebut membekas pada pemikiran dalam bidang pendidikan di Negara-negara Islam di abad Moderen hingga sekarang. Sejumlah pemmikir mengenai pendidikan dikemukakan oleh para tokoh pembahru dalam bidang pendidikan di berbagai Negara Islam akan dikemukakan berikut ini.

1. Rifa'at Badawi Rafi at-Thahthawi (1801-1873)
at-Thahthawi seorang pemikir pendidkan Mesir, yang dilahirkan di kota Thohtha (Mesir sebelah selatan) tahun 1801. Ayahnya masih mempunyai hubungan keturunan Husein cucu Nabi Muhammad SAW.(Muhammad Munir Mursyi, 1982:285). Ia belajar di Prancis atas biaya Muhammad Ali yang menjadi Pasya di Mesir ketika itu, selama belajar di Prancis at-Thahthawi berusaha melangkapi wawasan ilmiahnya dengan berbagai cabang ilmu pengetahuan seperti sejarah, teknik, ilmu bumi, politik dan lain-lain. Selain itu juga sempet menerjemah sebanyak 12 buku risalah, antara lain tentang sejarah Alexander Macedonia, buku bergaia bangsa, mengenai ilmu bumi, risalah mengenai teknik, mengenai hak-hak mannusia, tentang kesehatan jas mani dan rohaninya.
Ide-ide dan pemikirannya terhadap pendidikan ia tulis dalam buku al-Mursyid al-Amin fi Tarbiyah al-Banin (pedoman tentang pendidikan anak) yang meliputi:
a. Pembagian jejang pendidikan atas tingkat permulaan, menengah dan pendidikan tinggi sebagai pendidkan akhir. (Muhammad Munir Mursi:289-290)
b. Pendidikan diperlukan, karena pendidikan merupakansalah satu jalan mencapai kesejahteraan (Harun Nasution:47)
c. Pendidikan mesti dilaksanakan dan diperuntukan bagi segala golongan (Harun Naasution:47)

2. Muhammad Abduh (1849-1905)
Pemikiran Muhammad Abduh tentang pendidkan dinilai sebagai awal dari kebangkitan umat Islam di awal abad ke-20. Pemikiran Muhammad Abduh yang di sebarluaskan melalui tulisan di majalah al-Manar dan al-'Uwat al-Wusqa menjadi rujukan para tokoh pembaharu dalam dunia Islam, hingga di berbagai Negara Islam muncul gagasan mendirikan sekolah-sekolah.


3. Isma'il Raj'I al-Faruqi (1921-1986)
Menurut pandangan al-Faruqi umat Islam sekarang berada dalam keadaan yang lemah. Kemrosototan muslim dalam zaman kemunduran menyebabkan kebodohan. Di kalangan kaum muslimin berkembang buta huruf, kebodohan dan tahayul. Akibatnya muslim yang awam lari kepada keyakinan yang buta, bersandar kepada literalisme dan legalisme atau menyerahkan diri kepada Syaikh (Pemimpin) mereka. Makanya umat menjadi fanatik secara harfiyah kepada syari'at dan meninggalkan suatu sumber kreativitas yang telah mendapat dalm bentuk ijtihad (al-Faruqi:40).

B. Pengembangan Ilmu di Inndonesia
Sementara pemikiran pembaruan di Indonesia muncul terlambat lima puluh tahun dari India seratus tahun dari Mesir dan Turki. Dalam pada itu latar belakang ide pembaruan di Indonesia jauh berbeda dengan latar belakang yang ada di Mesir, Turki, dan India.
Mesir yang mempunyai Kairo sebagai ibu kota dengan Universitas al-Azhar yang didirikan pada abad kesepuluh, merupakan pusat peradaban Islam dan kekuatan politik yang besar pengaruhnya di Dunia Islam pada masa lampau.
Turki sendiri merupakan salah satu dari tiga Negara besar di Dunia Islam abad-abad keenam belas samapi abad keddelapan belas, ketika di Eropa. Prancis dan Inggris belum muncul sebagai Negara yang berpengaruh dalam politik internasional.
Adapun India, dengan berdirinya di sana kerajaan Mughal, merupakan Negara kedua dari ketiga Negara besar tersebut di atas. Delhi merupakan pusat kekuasaan dan kebudayaan Isalm di Dunia Islam bagian timur.
Maka ketiga Negara itu sadar bahwa sebagai pusat kekuatan politik dan kebuadayaan Islam. Dan ketiga Inggris dan Prancis memulai penetrasi mereka ke dunia Islam , mereka sadar, kejayaan dan kesaran mereka sudah berakhir. Kesadaran inilah membuat mereka mempelajari dasar-dasar kemajuan Barat dan mereka mengetahui, bahwa dasar utamanya adalah pemikiran rasional dan ilmiah yang berkembang di barat karena pengaruh Ibn Rusyd. Oleh karena itulah, pemikir-pemikir pembaruan di keriga Negara itu mengubah pemikiran rasional danilmmiah. Dan telah digambarkan Mesir dan India bahkan dihidupkann kembali pemikiran rasional Mu'tazilah.
Keadaan di Indonesia berbeda sekali dengan ketiga Negara di atas, Islan berkembang di Indonesia mulai abad ketiga belas dalam keadaan Islam bukanlah zaman keemasan dengan pemikiran rasional dan kebudayaan denganpemikiran trdisional dan corak tarekat fiqihnya. Dalam pada itu penetrasi Barat ke Indonesia lebih awal dari Timur Tengah, yaitu pada abad keenambelas.
Oleh sebab itulah faktor yang mendorong pembaruan di Indonesia bukanlah kesadaran akan kejayaan dan kebsaran Islam mas lampau, tetapi factor lain adalah pengalaman dan pengetahuan orang-orang Indonesia yang belajar di Mekkah dan Kairo dimana pembaruan tumbuh dan berkembang; system pendidikan sekolah Pemerintahan Belanda yang tidak memasukkan pendidikan agama kedalam kurikulumnya; usaha-usaha misi Kristen yang berkembang di berbagai daerah Indonesia; dan pengaruh tarekat dalam masyarakat Islam Indonesia. Dalam kajian islamisasi Nusantara, memang ada teori penyebaran Islam. Penyebaran awal islam menempel pada ajaran local.
Di Indonesian sendiri ada tokkoh berpengaruh dalam dunia pendidikan dalam kontek keilmuan sebut saja dalam dua organisasi besar yaitu Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, yang kita kenal KH. A. Dahlan tokoh pendiri Muhammadiyah yang banyak di anggap sebagai pembawa pembaruan di Indonesia dikenal sebagai gerakan moderenis banyak dipengaruhi ide-ide pembaruan Mhaummad Abduh metode berfikir rasional Mu'tazilah . Organisasi Nahdlatul Ulama yang di kenal tokohnya yaitu KH. Hasyim Asy'ari yang banyak dipengaruhi ide-ide tradisionalis Asy'ariyah pendiri teologi skolastik Islam (ilmu kalam) , dalam pengembangan pendidikan dengan Pondok Pesantren. Kedua tokoh ini sangat berpengaruh sekali di Indonesia dan punya ciri khas masing-masing, boleh dikatan kaum sarungan dalam NU begitu juga dengan Muhammadiyah.

C. Kesimpulan
Melihat dari sisi tokoh-tokoh dalam peiode klasik dan moderen sangat mengutamakan pendidikan yang dilandasi ajaran Islam, yang ditujukan untuk menrapkan dalam kehidupan beragama dan Masyarakat bias memuat semua aspek kehidupan, sedangkan pemikiran Barat sebagai pelengkap saja. Sedangkan peride Moderen mengenai pemikiran pendidikan Islam terangkum dalam Komperensi Pendidikan Islam Sedunia. Dalam perkembangan di Indonesia adalah pengalaman dan pengetahuan orang-orang Indonesia yang belajar di Mekkah dan Kairo dimana pembaruan tumbuh dan berkembang; system pendidikan sekolah Pemerintahan Belanda yang tidak memasukkan pendidikan agama kedalam kurikulumnya.









DAFTAR PUSTAKA


Dr. Jalaluddin dan Drs. Usman Said.Filsafat Pendidikan Islam Konsep dan Perkembangan pemikirannya, PT. Raja Garafindo Persada, Jakarta.
Prof. Dr. Harun Nasution,Islam Rasional Gagasan dan Pemikiran, Penerbit Mizan 1996.
Prof. Dr. Jalaluddin Rahmat. Jurnal Ciganjur Edisi 03/Th.I/tahun 2006.
Dr. Adeng Muchtar Ghazali, M.Ag. Perkembangan Ilmu Kalam Dari Klasik Hingga Moderen. Pustaka Setia Bandung, 2005.

Rabu, 28 Oktober 2009

العملية في لإستغاثة

العملية في لإستغاثة

١. صَلاَةُ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِمَتَيْنِ
ثُمَّ يَقْرَءُ بَعْدَهَا:
 سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوْسِ ×٣ سُبُّوْحٌ قُدُّوْسٌ رَبُّنَا وَرَبُّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوْحِ ×٣
 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ وَالْخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ نَاصِرِالْحَقِّ بِالْحَقِّ وَالْهَادِى إِلٰى صِرَاطِكَ الْمُسْتَقِيْمِ وَعَلٰى أَلِهِ وَصَحْبِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ ×٣
 اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً تُنْجِيْنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلأَهْوَالِ وَاْلأَفَاتِ وَتَقْضِى لَنَا بِهَا جَمِيَْعَ الْحَاجَاتِ وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ وَتَرْفَعُنَا بِهَا عِنْدَكَ أَعْلَى الدَّرَجَاتِ وَتُبَلِّغُنَا بِهَا أَقْصَى الْغَايَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ ×٣
 اَللَّهُمَّ صَلِّ صَلاَةً كَامِلَةًََ وَسَلِّمْ سَلاَمًا تَآمًّا عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الَّذِى تَنْحَلُ بِهِ الْعقَدِ وَتَنْفَرِجُ بِهِ الْكُرَبِ وَتُقْضَى بِهِ الْحَوَائِجُ وَتُنَالُ بِهِ الرَّغَائِبُ وَحُسْنُ الْخَوَاتِمِ وَيُسْتَسْقَى الْغَمَامُ بِوَجْهِهِ الْكَرِيْمِ وَعَلٰى أَلِهِ وَصَحْبِهِ فِى كُلِّ لَمْحَةٍ وَنَفَسٍ بِعََدَدِ كُلِّّ مَعْلُوْمٍ لَكَ ×٣
 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمّّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَصِحَّةِ اْلأَبْدَانِ وَعَافِيَتُهَا وَنُوْرِاْلأَبْصَارِ وَضِيَآئِهَا وَقُوْتِ اْلأَجْسَادِ وَاْلأَرْوَاحِ وَ غِدَآئِهَا وَعَلٰى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ ×٣

٢. صَلاَةُ الْحَاجَةِ رَكْعَتَيِنِ،
 اَلرَّكَعَاتُ اْلأُوْلَى بَعْدَ الْفَاتِحَةِ: سُوْرَةُ الْكَافِرُوْنَ ×۱۰
 اَلرَّكَعَاتُ الثَّانِيَةُ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ: سُوْرَةُ اْلإِخْلاَصِ ×۱۰
 ثُمَّ يَسْجُدُ وَيَقْرَءُ:
 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ ×۱۰
 سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ ِللهِ وَلآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ هُوَ اللهُ أَكْبَرُ ×۱۰
 رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ×۱۰
مُقَدِّمَةُ اْلإِسْتِغَاثَةِ

 أَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمَ. × ۷/۱۱
 لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِىِّ الْعَظِيْمِ. × ۷/۱۱
 اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. × ۷/۱۱
 يَا اللهُ يَا قَدِيْمُ. × ۷/۱۱
 يَا سَمِيْعُ يَا بَصِيْرُ. × ۷/۱۱
 يَا مُبْدِئُ يَاخَالِقُ. × ۷/۱۱
 لآ إْلَهَ إِلاَّ اَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. × ۷/۱۱
 يَا حَفِيْظُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ يَا اللهُ . × ۷/۱۱
 يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ. × ۷/۱۱
 يَا هَادِى يَا عَلِيْمُ يَا خَبِيْرُ يَا مُبِيْنُ. × ۷/۱۱
 يَالَطِيْْفُ. × ۷/۱۱
 يَا رَحْمَنُ يَا رَحِيْمُ. × ۷/۱۱

٣. ثُمَّ يَقْرَءُ سُوْرَةَ يسۤ وَتَهْلِيْل
٤. ثُمَّ يَقْرَءُ أَوْرَادَ الإِسْتِغَاثَة

 إِسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ إِنَّّّّ اللهَ كَانَ غَفَّارًا.....
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ. × ٣٣/۱٠٠
 حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ. × ٣٣/١٠٠
 لاَحَوْلاَ وَلاَقُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ. × ٣٣/١٠٠
 يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ لآ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِيْنَ. × ٣٣/١٠٠
 يَا حَفِيْظُ يَا لَطِيْفُ يَا نَصِيْرُ يَا وَكِيْلُ يَا اللهُ. × ٣٣/١٠٠
 يَا قَوِيُّ يَا مَتِيْنُ إِكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ. × ٣٣/١٠٠
 بِسْمِ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ لاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِااللهِ مَا شَآءَ اللهُ،
بِسْمِ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ مَا كَانَ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللهِ مَا شَآءَ اللهُ،
بِسْمِ اللهِ مَا شَآءََ اللهُ لاَ يَسُوْقُ الْخَيْرَ إِلاَّ اللهُ مَا شَآءََ اللهُ،
بِسْمِ اللهِ مَا شَآءََ اللهُ لاَ يَصْرِفُ السُّوْءَ إِلاَّ اللهُ مَا شَآءَ اللهُ،
بِسْمِ اللهِ مَا شَآءََ اللهُ لاَ يَأْتِي بِالْحَسَنَاتِ إِلاَّ اللهُ مَا شَآءَ اللهُ،
بِسْمِ اللهِ مَا شَآءََ اللهُ لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. × ۱۱/٢۱
 أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيْلِ. أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِى تَضْلِيْلٍ. وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيْلَ. (تَرْمِيْهِمْ × ۱۱) بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍ. فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْ كُوْلٍ. × ۱۱
 صَلَى اللهُ عَلٰى مُحَمَّدٍ × ٣٣/١٠٠
 لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْنُ × ٣٣
 لاَ إِلٰهَ إِلاَّ اللهُ × ٣٣/١٠٠
 ثُمَّ الدُّعَاء...

حِزْبُ السَّلاَمَةِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرّحِيْمِ
تَحَصَّنْتُ بِذِى العِزَّةِ وَالْمُلْكِ وَالْمَلَكُوْتِ، وَاعْتَصَمْتُ بِذِى الْقُدْرَةِ وَالْقَهْرِ وَالْجَبَرُوْتِ، وَتَوَكَّلْتُ عَلَى الْحَيِّ الْقَيُّوْمِ الَّذِى لاَ يَنَامُ وَلاَ يَمُوْتُ دَخَلْتُ فِى حِرْزِاللهِ وَدَخَلْتُ فِى حِفْظِ اللهِ وَدَخَلْتُ فِى أَمَانِ اللهِ نَصْرٌ مِنَ اللهِ وَفَتْحٌ قَرِيْبٌ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِيْنَ بِحَقِّ كۤهٰيٰعۤصۤ كُفِيْتُ وَبِحَقِّ حٰمۤ عۤسۤقۤ حُمِيْتُ. وَبِلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ نُصِرْتُ. لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَ نَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

حِزْبُ النَّصْرِ الإِسْتِغَاثَةِ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
وَقَالَ مُوْسَى إِنِّى عُذْتُ بِرَبِّى وَرَبِّكُمْ مِنْ كُلِّ مُتَكَبِّرٍ لاَ يُؤْمِنُ بِيَوْمِ الْحِسَابِ. ×٣
اَللَّهُمَّ رَبّنَا ×۵. بِسَطْوَتِ جَبَرُوْتِ قَهْرِكَ وَبِسُرْعَةِ إِغَاثَةِ نَصْرِكَ وَبِغِيْرَتِكَ ِلإِنْتِهَاكِ حُرُمَاتِكَ وَبِحِمَايَتِكَ لِمَنِ احْتَمَى بِأَيَاتِكَ نَسْأَلُكَ اللَّهُمَّ يَا اللهُ ×٣. يَا سِمِيْعُ يَا قَرِيْبُ يَا مُجِيْبُ يَا سَرِيْعُ يَا مُنْتَقِمُ يَا شَدِيْدَ الْبَطْشِ يَا جَبَّارُ يَا قَهَّارُ يَا مَنْ لاَ يُعْجِزُهُ قَهْرُ الْجَبَابِرَةِ وَلاَ يَعْظُمُ عَلَيْهِ هَلاَكُ الْمُتَمَرِّدَةِ مِنَ الْمُلُوْكِ وَالْأَكَاسِرَةِ أَنْ تَجْعَلَ كَيْدَ مَنْ كَادَنَا فِى نَحْرِهِ وَمَكْرَ مَنْ مَكَرَ بِنَا عَائِدًا عَلَيْهِ وَحُفْرَةَ مَنْ حَفَرَ لَنَا وَاقِعًا فِيْهَا وَمَنْ نَصَبَ لَنَا شَبَكَةَ الْخِدَاعِ إِجْعَلْهُ يَا اللهُ ×٣ يَا سَيِّدِى مُسَاقًا إِلَيْهَا وَمُصَادًا فِيْهَا وَأَسِيْرًا لَدَيْهَا. اللَّهُمَّ بِحَقِّ كهيعص إِكْفِنَا هَمَّ الْعِدَا وَلَقِّهِمُ الرِّدَا وَاجْعَلْهُمْ لِكُلٍّ حَبِيْبٍ فِدَا وَسَلِّطْ عَلَيْهِمْ عَاجِلَ النِّقْمَتِ فِى الْيَوْمِ وَالغَدَا. اَللَّهُمَّ بَدِّدْ شَمْلَهُمْ اَللَّهُمَّ فَرِّقْ جَمْعَهُمْ اَللَّهُمَّ أَقْلِلْ عَدَدَهُمْ اَللَّهُمَّ اجْعَلِ الدَّائِرَةَ عَلَيْهِمْ اَللّهُمَّ أَرْسِلِ الْعَذَابَ عَلَيْهِمْ اَللّهُمَّ أخْرِجْهُمْ عَنْ دَائِرَةَالْحِلْمِ وَاسْلُبْهُمْ مَدََدَ اْلإِمْهَالِ وَغُلَّ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَارْبُطْ عَلَى قُلُوْبِهِمْ وَلاَ تُبَلِّغُهُمُ اْلأَمَالَ، اَللّهُمَّ مَزِّقْهُمْ كُلِّ مُمَزَّقٍ مَزَّقْتَهُ عَلَى أَعْدَائِكَ إِنْتِصَارًا ِلأَ نْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ وَأَوْلِيِاَئِكَ عَلَى أَعْدَائِكَ. اَللَّهُمَّ انْتَصِرْ لَنَا إِنْتِصَارَكَ ِلأَ حْبَابِكَ وَرُسُلِكَ وَأَوْلِيَائِكَ عَلَى أَعْدَائِكَ ×٣ اَللَّهُمَّ لاَ تُمَكِّنِ اْلأَعْدَاءَ فِيْنَا وَلاَ تُسَلِّطْهُمْ عَلَيْنَا بِذُنُوْبِنَا ×٣. حٰمۤ ×۷ حُمَّ اْلأَمْرُ وَجَاءَ النَّصْرُ فَعَلَيْنَا لاَ يُنْصَرُوْنَ حٰمۤ عۤسۤقۤس حِمَايَتُنَا مِمَّا نَخَافُ، اَللَّهُمَّ قِنَا شَرَّ اْلأَسْوَاءِ وَلاَ تَجْعَلْ مَحَلاًّ لِلْبَلْوَاءِ ×٣ اَللَّهُمَّ اعْطِنَا أَمََلَ الرَّجَاءِ وَفَوْقَ اْلأَمَلِ ×٣ يَا هُوْ يَا هُوْ يَا هُوْ يَا مَنْ لاَ هُوْ إِلاَّ هُوْ بِفَضْلِهِ لِفَضْلِهِ إِلَهِى نَسْأَلُكَ الْعَجَلَ الْعَجَلَ ×٣ إِلَهِى نَسْأَلُكَ اْلإِجَابَةَ اْلإِجَابَةَ ×٣ يَا مَنْ أَجَابَ سَيِّدَنَا نُوْحًا فِى قَوْمِهِ وَيَا زَائِدًا سَيِّدِنَا الْحِضْرِ فِى عِلْمِهِ وَيَا مَنْ نَصََرَ سَيِّدَنَا إِبْرَاهِيْمَ عَلَى أَعْدَائِهِ أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ، أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ، أَنْتَ مَوْلاَ نَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْفَاسِقِيَنَ. يَا مَنْ رَدَّ سَيِّدَنَا يُوْسُفَ عَلَى سَيِّدِنَا يَعْقُوْبَ، يَا مَنْ كَشَفَ ضُرَّ سَيِّدِنَا أَيُّوْبَ يَامَنْ أَجَابَ دَعْوَةَ سَيِّدِنَا زَكَرِيَّا يَامَنْ تَسْبِحَ سَيِّدِنَا يُوْنُسَ ابْنِ مَتَى، نَسْأَلَُكَ اَللَّهُمَّ يَا اَللهُ ×٣ بِأَسْرَارِ أَصْحَابِ هَذِهِ الدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ وَبِكَرَمَةِ الشَّيْخِ الْقُطْبِ الرَّبَّانِيِّ أَبِى الْحَسَنِ الشَّاذِلِىِّّ رَضِىَ اللهُ عَنْهُ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنَّا مَا بِهِ دَعَوْنَاكَ وَاَنْ تُعْطِيَنَا مَا بِهِ سَأَلْنَاكَ اَنْجِزْ لَنَا وَعْدَكَ الَّذِى وَعَدْتَهُ لِِعِبَادِكَ الْمُؤْمِنِيْنَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِِمِيْنَ ×٣ إِنْقَطَعَتْ أَمَالُنَا وَعِزَّتُكَ إِلاَّ مِنْكَ وَخَابَ رَجَاؤُنَا وََحَقِّكَ إِلاَّ فِيْكَ إِنْ أَبْطَأَتْ غَارَةُ اْلأَ رْحَامِ وَابْتَعَدَتْ فَأَقْرَبُ الشَّيْئِ مِنَّا غَارَةُ اللهِ. يَا غَارَةَ اللهِ ×٣ جِدِّى السَّيْرِ مُسْرِعَةً فِى حَلِّ عُقْدَتِنَا يَا غَارَةَ اللهِ عَدَّتَ الْعَادُوْنَ وَجَارُوْا وَرََجَوْنَ الله مُجِيْرًا. وَكَفَى بِاللهِ وَلِيًّا وَكَفَى بِاللهِ نَصِيْرًا ×٣ يَا وَاحِدُ يَا عَلِيُّ يَا عَلِيْمُ ×٣ وَحَسْبَُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. سَلاَمٌ عَلَى نُوْحٍ فِى الْعَالَمِيْنَ ×٣ إِسْتَجِبْ لَنَا أَمِيْنَ ×٣ فَقُطِعَ دَابِرُ الْقَوْمِ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ فَأَصْبَحُوْا لاَ يُرَى إِلاَّ مَسَاكِنُهُمْ كَذَالِكَ نَجْزِى الْقًوْمَ الْمُجْرِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّّ الْعَالَمِيْنَ.

اَلدُّعَاءُ فِي اْلإِسْتِغَاثَةْ
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
اَللّهُمَّ بِحَقِّ سُوْرَةِ أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيْلِ إِفْعَلْ (يَا الله ×٣) بِأَعْدَائِكَ أَعْدَاءِالدِّيْنِ وَأَعْدَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ كَمَا فَعَلْتَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ وَاجْعَلْ كَيْدَهُمْ كَكَيْدِ أَصْحَابِ الْفِيْلِ وَصَيِّرْهُمْ عَصْفًا كَعَصْفِ أَصْحَابِ الْفِيْلِ هَذَا دُعَاءُنَا كَمَا أَمَرْتَنَا فَاسْتَجِبْ لَنَا (يَا اللهُ ×٣) كَمَا وَعَدْتَنَا إِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعََادَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ يَاجَبَّارُ يَاقَهَّارُ يَا ذَا الْبَطْشِ الشَّدِيْدِ خُذْ حَقَّنَا وَحَقَّ الْمُسْلِمِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ (اَللهُ أَكْبَرُ ×٣) إلٰهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ (اَللهُ أَكْبَرُ ×٣) إلٰهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ (اَللهُ أَكْبَرُ ×٣) إلٰهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ (اَللهُ أَكْبَرُ ×٣) إلٰهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْحَاسِدِيْنَ (اَللهُ أَكْبَرُ ×٣) إلٰهَنَا وَسَيِّدَنَا أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ. عَلَيْكَ (يَا اللهٌ ×٣) بِأَعْدَائِكَ أَعْدَاءِ الدِّيْنِ وَأَعْدَاءِ الْمُسْلِمِيْنَ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. أمين…

نَرُدُّ بِكَ الْأَعْدَاءَ مِنْ كُلِّ وِجْهَةٍ
وَبِالْإِسْمِ نَرْمِهِمْ مِنَ الْبُعْدِ بِالشَّتَتْ ×٣٠
سَأَلْتُكَ بِالْإِسْمِ الْمُعَظَّمِ قَدْرُهُ
بِأَجٍّ أَهُوْجٍ جَلَّ جَلْيُوْتِ جَلْجَلَتْ ×٣٠
وَعَطِّفْ قُلُوْبَ الْعَالَمِيْنَ بِأَسْرِهِمْ
عَلَيَّ وَأَلْبِسْنِي قَبُوْلاً بِسَلْمَهَتْ ×٣٠
مَوْلاَيَ صَلِّ وَسَلِّمْ دَائِمًا أَبَدًا
عَلَى حَبِيْبِكَ خَيْرِالْخَلْقِ كُلِّهِمِ ×٣٠
هُوَ الْحَبِيْبُ الَّذِيْ تُرْجَى شَفَاعَتُهُ
لِكُلِّ هَوْلٍ مِنَ الْأَهْوَالِ مُقْتَحِمِ ×٣٠
يَارَبِّ بِالْمُصْطَفَى بَلِّغْ مَقَاصِدَنَا
وَغْفِرْ لَنَا مَامَضَى يَاوَاسِعَ الْكَرَمِ ×٣٠
صَلَّى اللهُ رََبُّنَا عَلَى نُوْرِ الْمُبِيْنِ أَحْمَدَ الْمُصْطَفَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ وَعَلٰى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ×٣٠
اَللهُ الْكَافِي قَصَدْنَا الْكَافِي وَجَدْنَا الْكَافِي لِكُلٍّ كَافِي كَفَانَا الْكَافِي وَنِعْمَ الْكَافِي وَِللهِ الْحَمْدُ ×٣٠
كيفيّة الإستغاثة ليلة الاسنين
 صَلاَةُ الْحَاجَةِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ بِتَسْلِمَةٍ وَاحِدَةٍ.
 اَلرَّكْعَةُ الْأوْلٰى بَعْدَ الْفَاتِحَةِ :
قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْإِخْلاَصِ ×١٠
 اَلرَّكْعَةُ الثَّانِيَةُ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ:
قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْإِخْلاَصِ ×٢٠
 اَلرَّكْعَةُ الثَّالِثَةُ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ:
قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْإِخْلاَصِ ×٣٠
 اَلرَّكْعَةُ الرَّابِعَةُ بَعْدَ الْفَاتِحَةِ :
قِرَاءَةُ سُوْرَةِ الْإِخْلاَصِ ×٤٠


 ثمّ يقرأ :
 سُوْرَةُ الْإِخْلاَصِ × ۷۱
 اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ أَجْمَعِيْنَ × ۷۱
 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمِ لِى وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَشَايِخِي وَلِأَصْحَابِ الْحُقُوْقِ الْوَاجِبَاتِ عَلَيَّ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ × ۷۱
 سُوْرَةُ الْفَاتِحَةِ × ۷۱
 ثُمَّ الدُّعَاء...

Rabu, 07 Oktober 2009

BERITA DUKA DARI TEMAN KITA ABDUL HAFIDZ

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROJI’UN………………
Mohon hadiah Suratl Fatihah dan Do’a diperuntukan adik teman kita sodara Abdul Hafidz Sedayu-Gresik yang bernama Jazilatun Ni’mah di usia 15 tahun, dengan penyakit LIVER.
Semoga mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya. Amiin………
Al-Fatihah……………….

BERITA DUKA DARI TEMAN KITA

PENDIDIKAN DI YAYASAN HAJI FATAH YASIN

Yayasan Haji Fatah Yasin adalah Yayasan yang terletak pada Ds. Cikeedung Kec. Cikedung Kab. Indramayu, atas bantuan pihak-pihak yang membantu terlaksananya yayasan ini kami ucapkan trima kasih.....
Profil selanjutnya menyusul